Assalamualaikum Wr Wb.

Alhamdulillah akhirnya ada waktu lagi buat melanjutkan cerita kisah nyata pengalaman penulis kemarin (kalo penasaran part satu cerita penulis bisa baca DISINI ).

Langsung aja ya lanjut ceritanya.

Jum’at 10 January 2014

Setelah kejadian selagi solat jum’at tadi penulis masih tergiang-ngiang, imajenasi penulis masih melanglang buana entah kemana memikirkan apa maksud kejadian tadi “kok bisa ya kaki keram terus serasa ada yang bergerak berjalan di bawah kulit ini?”. Setibanya di kantor dalam hati bertanya-tanya mungkin itulah godaan syetan ketika orang-orang solat sebagaimana dikatakan dalam hadist tentang godaan setan ini, Nabi SAW. bersabda:
“Jika adzan untuk shalat dikumandangkan, setan akan lari terbirit-birit sambil mengeluarkan bunyi kentutnya sehingga tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai diapun akan kembali menggoda. Ketika iqamah dikumandangkan setanpun akan lari hingga usai iqamah setan akan mendatangi orang yang shalat lalu membisikkan ke hati seseorang sembari berkata: ‘Ingat ini..ingat itu..’ setan mengingatkan apa-apa yang telah dia lupakan hingga seseorang tidak mengetahui berapa rekaat yang telah ia kerjakan.” (HR al-Bukhari).


Hmmm… masih dalam tanda tanya akhirnya setelah beberapa saat kejadian itu dapat terlupakan oleh segala aktifitas di kantor. Dan hari demi hari berjalan seperti biasanya dalam arti solat masih bolong-bolong kadang solat kadang tidak malah dalam sehari kadang tidak solat sama sekali .. Astagfirullohallazim !!

Jum’at 17 January 2014

Singkat cerita hari berganti hari tibalah penulis pada jum’at ketiga bulan january 2014. Ketika waktu menunjukan pukul 11.00 W.I.P (Waktu Indonesia Bagian Palembang😀 ) mulai terlihat rekan-rekan kerja sekantor mulai bergerilya mencari sendal-sendal tak bertuan yang kadang diacuhkan saja di hari selain hari jum’at namun sendal-sendal itu berubah sangat berharga bilamana datang hari jum’at hehe.. Dalam hati berkata “wah bersemengat sekali mereka hendak menunaikan solat jum’at” sedangkan aku masih sibuk memikirkan menu makan siang apa yang akan dibeli siang ini.

Kira-kira pukul 11.45 aku beranjak menuju masjid yang berjarak tidak jauh dari kantor bersama rekan-rekan kerjaku. Sepanjang perjalanan tak terbesit satu hal pun tentang kejadian jum’at lalu. Sepanjang jalan Kami asik berbincang mengenai tim sepak bola masing-masing a.c milan, a.s. roma, barcelona, dan tentunya club sepak bola favorite ku The-Blues Chelsea F.C hehehe (maaf oot gan). Tata cara solat jum’at aku lakukan seperti biasa hingga akhirnya kami kebagian mengisi syaf dibagian tengah masjid, disaat mendengarkan ceramah jum’at inilah baru kemudian aku teringat akan kejadian jum’at lalu dalam benak bertanya kembali “waduh gimana ya? nanti keram lagi ga ya? nanti gerak-gerak lagi ga ya ini?”  

Iqomah dikumandangkan para jamaah berdiri bersiap merapatkan syaf kemudian imam mengucap takbir, hingga sampailah penghujung surat Al-fatihah dibacakan imam “Aaamiiiin” ucap jamaah solat jumat. Namun ketika imam membaca surah pendek barulah terasa lagi kaki ini mulai keram, sebetulnya perasaanku tak kaget lagi dengan kejadian ini karena di jum’at sebelumnya telah merasakannya. Keram rasanya keram sekali kemudian ada rasa kesemutan hingga pangkal paha terasa sesekali ada yang bergerak-gerak di bawah kulit paha, berpindah-pindah antara betis, paha, daerah jari-jari kaki seolah bergantian, bergetar-getar bergerak di tambah dalam hati ini bisikan-bisikan itu makin terasa berusaha menghentikan ku untuk solat. Aku berfikir “apa karena ulah ku yang gemar memakan sushi ?” aku memang termasuk orang yang suka wisata kuliner hehehe… tapi mungkinkah memakan potongan tangan-tangan gurita+nasi dibungkus daun  khas hidangan koki sushi jepang yang menimbulkan ini ? hmmm… (galak nganar hahhaha).

Selepas solat jum’at kembali lagi sepanjang jalan menuju kantor aku terpaku memikirkan kejadian demi kejadian yang berlangsung. Apasih sebabnya? tak mampu menjawab semua itu tiba-tiba teringat kenapa tidak aku tanyakan saja kepada orang tua ku, kebetulan bapak diberi hidayah oleh Allah hingga dapat merasakan kehadiran makhluk goib (sebenarnya waktu ngetik ini takut salah nulisnya nih). Sebenarnya aku agak sungkan untuk menanyakan kejadian itu karena jawabanya pun aku sudah dapat mengiranya “kata bapak nanti pasti disuruh solat sama rajin ngaji” disamping itu aku juga tidak ingin pertanyaan-pertanyaan ku akhirnya bisa menyesatkan kami. Pikiran ku membuat varibel-variabel rumus khas ms.excel “if” atau kalimat pengandaian layaknya tugas kuliah dulu “Kalo aku bertanya kepada bapak tentang yang goib nanti pasti mau tak mau bapak jawab begini begitu, loh kok jadi seperti dukun donk si bapak ?”. Aku sangat tidak setuju dengan hal-hal yang seperti itu meskipun aku tahu kalo bapak mempunyai kemampuan seperti itu aku sangat menghindari bertanya tentang hal-hal yang gaib hingga berlebih-lebihan seperti ada apa di situ atau di sana cukuplah itu semua dia yang tau agar ke-teguhannya berusaha menegakkan sunah dan ajaran Rassullullah tidak rusak karena ku.

Semua tentang hati, hati ini merasa janggal merasa ada yang tidak beres di pikiran ini selalu bertanya apa maksud kejadian itu. Dengan berat hati dan setengah merinding aku putuskan memberi tahu bapak tentang kejadian yang kualami setiap solat jum’at “pak kok dank pas solat jum’at kakinya rasanya keram terus kaya ada yang jalan-jalan di bawah kulit?” tanya ku polos tanpa embel-embel mistis. Seperti dugaan ku “Nah itu lah, makannya solat sama ngaji” ya kan pasti itulah jawaban si bapak -_-. Tidak ingin memperpanjang pertanyaan aku putuskan mencari jawaban via google.com dari semua hasil pencarian ku, aku simpulkan mungkin ini gangguan jin (muke gile sok tau ente lewat google bisa mutusin ini jin hehhehe). Sejak saat itu perasaanku terasa tambah was-was ragu-ragu akan semua hal, pikiran ku bermain-main mungkin itu ini atau mungkin itu ah sudahlah ini tak kan ada habisnya klo hanya dipikirkan. Mungkin inilah titik balik kehidupanku lagi pula sebentar lagi aku berencana meminang pacarku hehehe… jadi harus tambah dewasa pikirku. Aku kembali berusaha agar dapat Solat dan mengingat Solat lima waktu, tidak lupa bacaan surat surat pendek aku lafalkan semampuku sehabis solat dengan harapan dan tujuan kembali kejalan Allah.

BERSAMBUNG

Wess ngetiknya ngantuk dah jam 23.30 W.I.P. ( Gek keno marah kak alvin dateng siang terus wkwkw)

kalo ada salah-salah nulis di maafin ya n dikasih tau di komen.
Sumber bacaan hadist :
http://dhika.cikul.or.id/waspada-setan-spesialis-shalat.html

Comments
  1. […] Perjalanan Religius ku – Part II […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s