Assalamualaikum Wr Wb.

Kebetulan lagi ada waktu lowong di kantor nih😛 Yuk lanjut lagi terusin ceritanya.
Untuk yang penasaran bisa baca disini cerita nyata penulis sebelumnya klik PART I atau PART II

Sekali lagi penulis sampaikan bahwa penulis bukan seorang yang ahli dalam mengolah kata bukan juga ahli dalam ilmu agama jadi mohon maaf apabila ada salah penulisan🙂

Jum’at 17 January 2014

Usahaku mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla semakin aku perbanyak, solat 5 waktu adalah target utama pencapaian ku dalam merubah cara hidup yang sudah terlalu jauh dari Islam. Meskipun kenyataannya diantara solat fardhu hanya 4 waktu yang mampu ku tegakan (ga pernah bangun subuh sih😀 ).  Dengan keyakinan bahwa solat itu merupakan kewajiban umat muslim dan ku tanamkan dalam hati jangan sampai ibadah-ibadah yang ku kerjakan hanya semata karena takut akan hal-hal goib yang selama ini menimpaku. Ibadah-ibadah itu kemudian aku tambah dengan memperbanyak mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran, yang entah memang jalannya atau kebetulan saja beberapa hari sebelum kejadian mistis berlangsung bapak memintaku men-download bacaan Al-Quran 30 Juzz yang dilantunkan oleh Tawfeeq Ash Shoyigh ( mau download juga bisa klik disini ).

Waktu terus bergulir hmmm…sebenarnya selama antara ke-dua dan jum’at ke-tiga, perasaan ku selalu murung seakan awan mendung selalu menyelimutiku (emang lagi musim ujan kalee😀 ) pikiranku selalu teringat dengan kejadian-kejadian mistis itu hatiku selalu berucap “ya Allah ampunilah dosaku, hamba sudah lalai terhadap-MU, hamba tidak ingin ada jin yang kebanyakan sesat tinggal dalam badan ini”. Pasrah saja aku menerima semua ini, ibadah tetap ku jalankan seperti biasa memang ini semua salahku telah lupa kepada-Nya, dengan bayang-bayang rasa penasaran bercampur dengan sedih serta amarah dalam hati “tuh kan makanya jangan lupa sama Tuhan, gini akibatnya” gumamku.

Malam hari sembari menghirup kopi buatan mama, aku dan bapak mengobrol tentang hal-hal mengenai tauhid lalu apa-apa saja hal mengenai islam kami bahas dalam obrolan santai. Entah apa yang membawa kami kepada pembahasan mengenai alam gaib yang berujung kepada pembahasan ruqyah syariyah. Pembahasan tentang ruqyah berlanjut panjang lebar dalam hati aku hendak meminta bapak untuk me-ruqyah ku apabila dia mampu, namun belum sempat maksudku terucap secara spontan bapak berkata “ada hadist yang menjelaskan tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan azab salah satunya adalah orang yang tidak meminta di ruqyah”. Mendengar ucapan bapak akupun mengurungkan niat dalam hati tadi.

Offtopic : Mari kita simak sabda Nabi yang paling kita cintai dan sangat mencintai umatnya, Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tentang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Beliau bersabda, “Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Alloh.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakal kepada Alloh.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.’” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

sumber artikel hadist : http://muslim.or.id/aqidah/masuk-surga-tanpa-hisab.html

Niat dalam hatiku berubah dari meminta instant di ruqyah orang lain aku tanamkan tekad untuk me-ruqyah diri sendiri, cara-cara me-ruqyah diri sendiri aku tanyakan kepada bapak sebelum tidur malam itu, dan juga aku perkuat dengan mencari hadist atau sabda Nabi via google.com mengenai ruyqah. Akhirnya Sebelum tidur aku ber-wudhu kemudian aku putar DVD ayat-ayat Ruqyah yang di lantunkan oleh Al Ustadz Maliki Sami’un, lc dvd ini kami dapat ketika acara Ruqyah Gratis dari Yayasan AL-Falah di masjid sewaktu kami masih tinggal di Asrama Denzipur-3 Jakrta dulu. Sambil berbaring kudengarkan ayat-ayat ruqyah namun setelah beberapa menit tak ada reaksi atau gangguan apapun yang menandakan bila ada gangguan jin sebagaimana yang aku baca dari artikel-artikel di internet. Tak berapa lama dari berusaha ber-konsentrasi dan khusyuk mendengarkan ayat Al-Quran untuk ruqyah itu aku pun ternyata malah lelap tertidur tertidur hehe..

Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku, aku terbangun percis seperti orang dihipnotis, linglung kesana kemari sambil memeluk bantal guling setengah sadar. Masih terdengar suara lantunan ayat Al-Quran di dvd tadi, kulihat jam menunjukan jam 02.00 seperti hilang arah aku pun tidur kembali dengan perasaan yang ngantuk berat (padahal kebiasaanku bila terbangun dari tidur tidak akan bisa tidur lagi hingga pagi😛 ). Satu jam kemudian hal itu terjadi lagi “baru sebentar tertidur kenapa terbangun lagi?” tapi kali ini lebih linglung lagi tak terdengar lagi suara ayat Al-Quran, jam menunjukan pukul 03.00 pagi antara sadar dan tidak kulihat sekeliling seakan banyak sekali bayangan-bayangan hitam bergerombol, waktu itu posisiku tidur di ruangan tv tengah yang memungkinkah aku untuk memandang ke arah ruang makan ataupun ruang tamu, aku terheran-heran namun tidak takut “apa itu item-item ya disitu, lah disitu juga ada?” seperti orang dihipnotis aku berjalan memeluk guling pindah tempat tidur di depan pintu kamar orang tuaku (hahaha..mabok genjer kali).

Sabtu 18 January 2014

Pagi hari aku terbangun dengan perasaan lemas dan badan terasa pegal-pegal waktu menunjukan pukul jam 09.00. Terdengar dengan jelas ayat-ayat suci Al-Quran yang di putar melalui handphone bapak lalu aku teringat akan kejadian semalam, aku ceritakan kepada bapak tak disangka mama menyambut cerita ku “iya itu semalem ada apa itu ya orang tinggi gede item berdiri didepan pintu ngeliatin se egy tidur”. Waduh.. hatiku berdebar-debar terkejut dengan penuturan mama, pikiranku justru malah memikirkan hal lain “pak tolongin punggung dank sakit nih, sakit bangget, kaya ada yang nusuk-nusuk, urutin pak, sebentar lagi mau lembur dirumah bos” seketika itu aku mendekat ketempat duduk bapak. Dengan mengucapkan “Bismillahirrohmannirohim” bapak menggerak-gerakan tanggannya seperti orang mengurut namun lama-kelamaan gerakan tangannya berubah seperti menarik-narik sesuatu dalam badanku (percis acara-acara tv dua dunia ahahaha..). Kemudian setiap gerakan itu membuat bulu kuduk ku merinding, seolah ada sesuatu yang ditarik dan dikeluarkan melalui jari-jari tangan.

Semakin lama semakin merinding badan ini, tiba-tiba wajahku terasa seperti kaku dengan bulu kuduk yang berdiri merinding, masih sadar tapi anehnya aku mengeluarkan suara menggeram “aarrrrggghhhhh….hhhreeeemmmm” (kek genderuwo gitu kali ya). Saat itu aku berkata “pak, mak, itu bukan dank itu yang ngomong-ngomong mengaum gitu”. Suasana pagi itu berubah dratis menjadi agak mencekam, kemudian tangan-tangan ini seolah membentuk gerakan hendak mencakar-cakar kedepan!!, aku masih dalam keadaan sadar dan berkata “ini tangan begerak bukan aku, bukan aku yang gerakin” tanganku semakin kaku dan bapak masih seolah-olah berusaha mengeluarkan sesuatu dalam badan ku, ketika kesekian kalinya bapak menggerakan tangan dari punggungku dan menarik melalui jari-jari tiba-tiba aku setengah berteriak tertawa tanpa kendali ku “iiiiiiiii..ihihihihiiihihii….” (nah ini kaya kuntilanak). Akhirnya terucap lagi oleh ku suara mengaumm itu seakan-akan ada sesauatu yang mengerang-erang kesakitan bersamaan ditariknya jari-jari tanganku “dah selesai kata,bapak, dah ga ada lagi”. (Kemampuan bapak itu sebetulnya bukan dia yang meniat-niatkan atau meng-inginkan dengan jalan berguru atapun mencari ilmu-ilmu gaib cerita dia lebih panjang lagi dari pada cerita perjalanan religiusku ini, dia berkata tangan ini seolah ada yang memandu gerakannya itulah takutlah hanya pada Allah, pasrahkan saja semuanya sama Allah, Dia yang lebih tau apa-apa yang baik untuk Kita)

Hmmmm…. kali ini aku benar-benar kesal dengan ulahku sendiri “ya Allah, sebegitunya kah aku jauh dari Mu hingga benar-benar aku saksikan sendiri Jin-Jin itu jadi pembisik hatiku menguasai ragaku”. Bapak berkata “selama ini dia ada didalam hati kau dank, berhubung kau sudah mulai solat dan ngaji dia mau nunjukin keberadaannya”. Astagfirrulahhalladzim….

BERSAMBUNG LAGI !!

Dah abis sampe sini dulu.. kisah selanjutnya akan berisi tentang hidayah Allah kepadaku !! seruu !!

Menurut kawan aku kalo bikin cerita disambung-sambung aja biar seru😀

Walaikumsallam Wr. Wb

Comments
  1. […] Perjalanan Religius ku – Part III […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s